Bibir mungucapkan ucapan tahmid, bersyukur atas nikmat kurniaanNya. Sungguh indah nikmat ketenangan dan kebahagian yang Allah kurniaankan. Kebahagian yang tidak mampu dinilai dengan wang ringgit. Hati dan perasaan menjadi penilai yang paling terbaik. Sungguh hebat Allah SWT menciptakan hati dan nurani yang mampu melihat dan merasai kebahagian yang tidak dapat dinilai dengan mata zahir. Aku sesekali termenung sendirian atas ciptaanNya.
Namun kebahagiaan dan ketenangan bukan sesuatu yang abadi, yang boleh dimiliki buat selama-lamanya. Kadang-kadang ia hadir, kadang ia pergi. Apatah lagi apabila dugaan datang menduga hati dan iman, sesekali kita akan merasa ketenangan itu seolah-olah menjauhi kita. Namun, ada juga kadang-kadang ditimpa masalah, dugaan, namun kelihatan tenang, seperti orang yang mempunyai masalah. Terus terang, kadang sedikit "cemburu" dengan orang sebegini, sebab dia mampu mengawal emosinya, padahal di dalam hatinya hanya Allah sahaja yang mengetahui beban yang menimpa.
Terilham dari minda, mengingati surah Ar-Rad,
"Sesungguhnya dengan mengingati Allah hati akan menjadi tenang. "
(Surah Ar-Rad, ayat: 28)Hati mula beristighfar, mengingati betapa diri ini telah terasyik dengan duniawi. Ya Allah, ampunilah dosaku, kurniaakan ketenangan kepadaku, hanya Engkau yang berkuasa atas tiap-tiap sesuatu. Bantulah aku dalam menuju redhaMu, pimpimlah aku dalam hidayahMu, jangan Engkau palingkan aku dari petunjukMu.
Ya Allah, permudahkan segala urusanku...

No comments:
Post a Comment